"Risiko geopolitik dapat menjadi hambatan besar di pasar. Beberapa investor memilih untuk wait and see," ujar Yoshihiro Okumura dari Chibagin Asset Management di Tokyo.
Indeks Kospi Korea turun 0,9 persen dan mencapai titik terendahnya dalam satu bulan terakhir ini. Penurunan tersebut terjadi karena para pelaku pasar masih belum ramai bertransaksi setelah kemarin libur pemilihan umum.
Indeks Nikkei naik 0,1 persen, setelah turun 6,4 persen pada satu pekan terakhir. S&P Australia naik 0,4 persen dan Selandia Baru menguat 0,5 persen.
Mitul Kotecha, strategis pada Credit Agricole, menyatakan dalam catatannya bahwa kurangnya berita fundamental yang positif menambah risiko bahwa penguatan pasar akan rentan.
Sumber :
AP